Memasuki tahun kedua pandemi COVID-19, kita patut bersyukur karena tahun 2022 ini kondisi pandemi di Indonesia semakin terkendali. Jumlah kasus harian mulai menurun seiring meningkatnya jumlah orang yang divaksin. Namun, pencapaian vaksinasi itu ternyata belum memenuhi target pemerintah, terutama untuk kalangan lansia.

Sebagai kalangan yang paling rentan terinfeksi COVID-19, proses vaksinasi lansia punya tantangannya sendiri. Banyak dari mereka yang punya penyakit penyerta (komorbid) sehingga belum bisa divaksin. Yang juga nggak kalah menghambat adalah kurangnya pemahaman soal cara mengakses layanan vaksinasi, keterbatasan mobilitas, dan ketergantungan dengan keluarga.

Bahkan, beberapa lansia juga telanjur percaya dengan informasi hoaks tentang vaksin COVID-19 sehingga mengurungkan niat mereka untuk divaksinasi. Kalau dibiarkan terus-menerus, pandemi ini akan semakin lama selesai. Maka dari itu, perlu peran anak muda untuk meyakinkan para lansia agar mau divaksinasi. Kemudian, dampingi mereka agar proses vaksinasi berjalan dengan lancar. Untuk itu, berikut ini tips yang bisa kamu terapkan.

1. Cari lokasi vaksinasi paling terjangkau dari rumah dan bantu daftarkan lansia

Registrasi

Ilustrasi membantu lansia mendaftarkan diri | Photo by Romain Dancre on Unsplash

Mencari sentra vaksinasi saat ini tentu bukan hal yang sulit lagi. Informasinya sudah beredar luas dan mudah diakses. Kamu bisa memanfaatkan aplikasi PeduliLindungi atau mengunjungi fasilitas kesehatan terdekat. Pilih yang lokasinya paling terjangkau dari rumah supaya nggak memakan waktu lama saat di perjalanan.

Setelah memastikan lokasi vaksinasi, bantu juga lansia untuk mendaftarkan diri. Siapkan seluruh dokumen yang dibutuhkan seperti KTP, KK, atau surat keterangan lainnya.

2. Ajak lansia yang ragu dengan kondisi kesehatannya untuk terlebih dahulu konsultasi ke dokter

Konsultasi dokter

Ilustrasi konsultasi ke dokter | Photo by National Cancer Institute on Unsplash

Salah satu yang menjadi penghalang bagi lansia untuk mendapat vaksinasi adalah riwayat komorbid yang bisa saja dimilikinya. Namun, nggak sedikit dari mereka yang juga belum merasa pasti dengan kondisi kesehatannya. Nah, sebelum hari pelaksanaan vaksinasi, penting bagi kita untuk mengajak lansia konsultasi ke dokter soal kondisi kesehatannya. Jika memang ditemukan komorbid, lansia bisa langsung mendapatkan penanganan medis terlebih dahulu sebelum mendapatkan vaksinasi. Pastikan juga lansia meminum obat sesuai anjuran resep dari dokter, ya.

Bagi lansia yang sudah tahu memiliki komorbid, penting juga untuk mengingatkan mereka agar rutin meminum obat yang biasa mereka konsumsi selama ini. Lebih baik lagi, kamu bisa membantu memastikan asupan makanan sehat yang mereka makan. Pastikan gizinya seimbang agar stamina mereka lebih siap untuk mendapatkana vaksinasi.

3. Bantu persiapkan dokumen dan dampingi lansia saat proses screening

lansia

Ilustrasi mendampingi lansia | Photo by imtmphoto from iStockphoto

Ketika melakukan vaksinasi, lansia harus melalui beberapa tahapan seperti screening, penyuntikan dosis vaksin, dan observasi reaksinya. Bantu mereka mulai dari tahap awal screening dengan menyiapkan seluruh dokumen syarat yang sebelumnya telah disiapkan.

Tenaga kesehatan akan menanyakan tentang riwayat kesehatan lansia selama ini dan kamu juga bisa membantu untuk menjelaskannya. Ingat, berterus teranglah kepada tenaga kesehatan terkait kondisi kesehatan tersebut agar nggak menghambat proses vaksinasi nantinya.

4. Jika menemui beberapa hambatan, tetap tenang dan yakinkan lansia kalau tenaga kesehatan akan memberikan pelayanan terbaik

tenaga kesehatan

Ilustrasi vaksinasi lansia | Yakinkan nakes telah memberi pelayanan terbaik | Photo by Mat Napo on Unsplash

Nggak bisa dimungkiri, berhasil mengajak lansia untuk melakukan vaksinasi memang butuh usaha. Pasalnya, beberapa dari mereka cenderung antipati dengan vaksinasi ataupun proses medis secara umum. Kalau saat di lokasi terdapat tahapan yang sedikit terhambat seperti harus screening ulang, bisa saja perasaan tadi muncul kembali dan membuat mereka nggak yakin untuk divaksinasi.

Pada beberapa kasus, beberapa lansia harus mengulangi proses screening misalnya karena tekanan darah terlalu tinggi. Lansia akan diminta menunggu sekitar 15-20 menit sebelum tensi mereka diukur kembali. Jika terjadi hal seperti itu, kamu harus tetap tenang dan yakinkan mereka kalau hambatan-hambatan tersebut memang lumrah terjadi. Nakes pun akan melakukan pelayanan terbaik agar mereka tetap bisa divaksinasi.

5. Setelah mendapatkan dosis vaksin, pantau kondisi lansia dan jangan buru-buru pulang

lansia di kursi roda

Ilustrasi memantau kondisi lansia | Photo by Toa55 from iStockphoto

Di setiap lokasi vaksinasi, tenaga kesehatan menyediakan meja observasi bagi yang sudah menerima dosis vaksin. Ajak lansia untuk menunggu sambil istirahat sekitar 15 menit di sana untuk memantau reaksi vaksin di tubuh mereka. Jika terjadi keluhan, dapat segera ditangani oleh tenaga kesehatan.

Sebelum pulang, tanyakan jadwal pemberian vaksin COVID-19 yang kedua jika lansia baru menerima dosis pertama. Pastikan untuk menyimpan kartu vaksinasi yang diberikan petugas karena di dalamnya tertera informasi lengkap terkait riwayat vaksinasi. Kartu tersebut akan digunakan kembali saat lansia menerima dosis vaksin berikutnya.

Setelah proses vaksinasi, jangan lupa untuk terus perhatikan dan tanyakan keluhan mereka. Keluhan usai vaksinasi masih mungkin terjadi ketika sudah sampai di rumah. Oleh karena itu, tetap pantau apakah mereka merasakan keluhan tertentu seperti sakit kepala, demam, nyeri atau kemerahan di lokasi suntik.

Kamu juga bisa bantu mereka untuk meringankan keluhan tersebut, seperti menganjurkan istirahat yang cukup, perbanyak minum air putih, mengompres pada lokasi suntikan menggunakan kain bersih yang direndam air dingin, dan minum obat penurun panas sesuai anjuran. Jika keluhannya memburuk, tetap tenang dan hubungi nomor kontak yang tertera pada kartu vaksin.

Membantu lansia untuk mendapatkan vaksinasi COVID-19 memang butuh pendampingan ekstra. Namun, yang paling penting adalah dengan begitu kamu sudah membantu lansia yang kamu dampingi untuk memiliki imunitas tubuh lebih baik melawan virus penyebab COVID-19. Makanya, yuk, ajak lansia yang ada di sekitarmu agar segera vaksin dan melengkapi dosis vaksinnya. Dengan begitu para lansia akan semakin terlindungi dari COVID-19!

Buat kamu yang butuh semacam panduan lebih lanjut terkait mengajak maupun mendampingi lansia untuk divaksinasi COVID-19, kamu bisa mengakses Buku Panduan Kampanye – Pelibatan Masyarakat dan Pesan Penting Vaksinasi COVID-19 Bagi Lanjut Usia yang dirilis Kemenkes RI di sini.